Pengembangan Varietas Bawang Merah untuk Mendukung Kemandirian Benih
Balai Besar Pengembangan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku gandeng Penyuluh dalam penanaman Bawang Merah di Desa Waai Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah pada Senin, 24 Agsugtus 2026. Penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan varietas bawang merah dan mewujudkan kemandirian benih di Maluku. Penyuluh menjadi penghubung antara inovasi teknologi pertanian yang dikembangkan oleh pemerintah dengan petani sebagai pelaku utama usaha tani.
Dalam pengembangan bawang merah varietas Trisula, penyuluh beserta Tim Bawang Merah dari BRMP Maluku berperan memberikan pendampingan kepada kelompok tani Sinar Tani mulai dari pemilihan dan penyiapan benih, persiapan lahan, teknik penanaman, pemeliharaan tanaman, pemupukan, pengelolaan air, hingga pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT).
Selain pendampingan teknis, penyuluh juga berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengenai pentingnya penggunaan benih bermutu. Petani diberikan pemahaman bahwa ketersediaan benih yang sehat, bermutu, dan sesuai dengan karakteristik varietas merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas bawang merah.
Penyuluh juga melakukan pengamatan dan pemantauan pertumbuhan tanaman secara berkala. Apabila ditemukan tanaman yang tidak sesuai dengan karakteristik varietas atau terserang OPT, penyuluh dapat memberikan rekomendasi tindakan yang tepat. Pendampingan tersebut penting untuk menjaga kualitas dan kemurnian varietas yang dikembangkan.
Dalam mendukung kemandirian benih, penyuluh tidak hanya berperan sebagai pemberi informasi, tetapi juga sebagai fasilitator, motivator, pendamping, dan penghubung antara petani dengan instansi terkait, termasuk BRMP Maluku, sehingga proses produksi benih dapat dilakukan sesuai dengan prinsip perbenihan yang baik.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan petani mampu memproduksi dan mengelola benih bawang merah secara mandiri di wilayahnya. Dengan demikian, kebutuhan benih tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan dari luar daerah dan ketersediaan benih bermutu di Maluku dapat semakin terjamin.
Pengembangan bawang merah varietas Trisula melalui kolaborasi antara BRMP Maluku, penyuluh, petani, dan pemangku kepentingan terkait diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun sistem perbenihan bawang merah yang mandiri, berkelanjutan, dan mampu mendukung peningkatan produksi serta kesejahteraan petani di Maluku.